Organik Share - Singkong, yang juga dikenal sebagai Manihot esculenta atau ubi kayu, adalah tanaman umbi-umbian yang berasal dari Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Paraguay. Singkong merupakan sumber karbohidrat utama bagi jutaan orang di berbagai negara tropis, terutama di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.Karakteristik Singkong:
Batang: Singkong adalah tanaman semak dengan batang tegak yang berkayu. Batangnya beruas-ruas dan dapat digunakan untuk perbanyakan vegetatif melalui stek batang.
Daun: Daun singkong berbentuk menjari dengan lima hingga sembilan lobus. Warna daun biasanya hijau tua, dan beberapa varietas memiliki daun yang sedikit kemerahan.
Umbi: Bagian utama yang dimanfaatkan dari singkong adalah umbinya. Umbi singkong berbentuk panjang dengan kulit luar berwarna cokelat kasar, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih atau kuning. Umbi ini kaya akan pati, menjadikannya sumber karbohidrat yang sangat baik.
Akar: Singkong memiliki sistem akar yang kuat yang menyebar luas di bawah tanah. Akar ini menyerap nutrisi dan air dari tanah, yang kemudian disimpan dalam umbi sebagai pati.
Manfaat Singkong:
Sumber Pangan: Singkong merupakan sumber karbohidrat yang penting dan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan seperti tepung tapioka, keripik, gaplek, dan berbagai hidangan tradisional.
Pakan Ternak: Daun dan sisa tanaman singkong sering digunakan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi.
Bahan Industri: Singkong juga digunakan dalam industri makanan dan non-makanan, seperti produksi tepung tapioka, bioetanol, dan perekat.
Sumber Energi: Umbi singkong memiliki kandungan energi yang tinggi, menjadikannya makanan pokok yang mengenyangkan dan berkalori tinggi.
- Singkong tumbuh baik di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup dan tanah yang subur.
- Tanaman ini tahan terhadap kondisi kering, membuatnya cocok untuk ditanam di daerah dengan musim kemarau yang panjang.
- Singkong biasanya ditanam dari stek batang yang ditanam langsung di lahan. Tanaman ini memerlukan waktu sekitar 8-12 bulan untuk dapat dipanen.
- Terdapat dua jenis utama singkong, yaitu singkong manis dan singkong pahit. Singkong manis lebih aman untuk dikonsumsi langsung karena kandungan sianida yang lebih rendah, sementara singkong pahit harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan racun sianida.

- Singkong mentah mengandung glikosida sianogenik, yang dapat menghasilkan sianida, racun berbahaya jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, umbi singkong harus dimasak atau diproses terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya.