Organik Share = Singkong (Manihot esculenta) memiliki banyak varietas yang dikembangkan di berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan, industri, dan pakan ternak. Setiap varietas memiliki karakteristik yang berbeda, seperti ukuran umbi, rasa, kandungan pati, dan ketahanan terhadap hama serta penyakit. Berikut adalah beberapa varian singkong yang umum dikenal:
- Asal: Indonesia, terutama dikembangkan di Pulau Kalimantan.
- Karakteristik: Memiliki umbi yang sangat besar, dengan panjang bisa mencapai lebih dari 1 meter dan berat umbi per tanaman dapat mencapai 20-40 kg.
- Kandungan Pati: Kandungan pati yang tinggi, sekitar 30-35%, membuatnya cocok untuk produksi tepung tapioka dan bahan baku industri.
- Keunggulan: Produktivitas tinggi dan cepat panen (sekitar 7-8 bulan).
- Asal: Jawa Barat, Indonesia.
- Karakteristik: Umbi berbentuk silindris dengan kulit yang lebih halus dan daging umbi berwarna putih atau kekuningan.
- Rasa: Rasanya manis dan tekstur umbinya lembut setelah dimasak, membuatnya populer sebagai bahan makanan langsung.
- Keunggulan: Tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk kekeringan.
- Asal: Banyak ditanam di Indonesia, terutama di Sumatra dan Jawa.
- Karakteristik: Memiliki umbi yang panjang dan besar, dengan kulit yang tebal dan daging umbi berwarna putih.
- Kandungan Pati: Kandungan pati sedang, lebih sering digunakan untuk industri pakan ternak atau pengolahan menjadi gaplek.
- Keunggulan: Tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki daya simpan yang baik.
- Asal: Seperti namanya, varietas ini berasal dari Thailand dan telah diintroduksi ke Indonesia.
- Karakteristik: Umbinya besar dan panjang dengan daging umbi berwarna putih, serta kulit umbi yang tebal.
- Kandungan Pati: Tinggi, sekitar 30-35%, cocok untuk industri tapioka dan produk olahan lainnya.
- Keunggulan: Tumbuh cepat dengan masa panen 8-10 bulan, dan dikenal dengan hasil yang tinggi.
- Asal: Dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian di Indonesia.
- Karakteristik:
- Adira 1: Umbi besar dengan kandungan pati sedang, cocok untuk konsumsi langsung dan industri kecil.
- Adira 2: Umbi lebih kecil dari Adira 1, tapi lebih tahan terhadap kekeringan dan memiliki rasa yang enak.
- Adira 4: Varietas unggul dengan hasil tinggi, cocok untuk berbagai keperluan baik konsumsi langsung maupun industri.
- Keunggulan: Tahan terhadap berbagai penyakit seperti layu bakteri dan memiliki produktivitas tinggi.
- Asal: Dikembangkan di Indonesia, terutama di daerah Lampung.
- Karakteristik: Memiliki umbi yang besar dan panjang dengan kandungan pati yang tinggi.
- Keunggulan: Cepat tumbuh dan produktivitas tinggi, dengan masa panen sekitar 8-10 bulan.
- Asal: Dikembangkan di daerah Malang, Jawa Timur.
- Karakteristik: Umbi besar dengan tekstur yang halus dan kandungan pati tinggi.
- Keunggulan: Tahan terhadap hama dan penyakit, cocok untuk berbagai macam olahan makanan dan industri.
- Asal: Banyak ditanam di Indonesia, terutama di daerah Jawa dan Sumatra.
- Karakteristik: Memiliki umbi berukuran sedang dengan daging umbi yang putih dan kandungan pati yang cukup tinggi.
- Keunggulan: Produktivitas tinggi dan lebih tahan terhadap kekeringan.
- Asal: Tumbuh baik di daerah tropis, termasuk Indonesia.
- Karakteristik: Umbi berukuran sedang dengan daging umbi yang empuk dan manis setelah dimasak, mirip dengan tekstur roti.
- Keunggulan: Sering digunakan sebagai bahan untuk makanan tradisional dan kudapan.

- Asal: Varietas ini umum di Afrika dan beberapa daerah di Amerika Selatan.
- Karakteristik: Mengandung kadar sianida yang lebih tinggi, sehingga harus diolah dengan baik sebelum dikonsumsi.
- Keunggulan: Digunakan dalam industri tapioka dan biofuel karena kandungan patinya yang tinggi.
Setiap varietas singkong memiliki keunggulan dan kegunaannya sendiri, tergantung pada tujuan penanaman dan kondisi lingkungan. Pemilihan varietas yang tepat akan menentukan keberhasilan budidaya dan kualitas hasil yang diperoleh.. Demikian yang bisa Organik Share Informasikan tentang Varietas Singkong, Semoga bermanfaat